Breaking News

Awak Media Sudah Konfirmasi Kepada Humas,Tidak Melihatkan dan Menunjukkan (SK) Perpanjangan Oleh (KALAPAS) Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar Sulawesi Selatan


MAKASSAR—1ONE—NEWS—COM. -Polemik terkait kejelasan status jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Makassar Sulawesi Selatan kian mengemuka. Hingga akhir Maret 2026, pejabat yang bersangkutan masih aktif menjalankan tugas, meski diduga telah melewati batas masa jabatan atau usia pensiun.KAMIS (02/04/2026)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, masa jabatan Kalapas Kelas I Makassar disebut berakhir pada 12 Desember 2025. Namun, hampir empat bulan berlalu, belum terlihat adanya pergantian pejabat maupun kejelasan administratif terkait status yang bersangkutan.

Situasi ini memantik sorotan publik, khususnya terkait kepastian hukum dan tata kelola kepegawaian di lingkungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan Bapak Rudy Fernando Sianturi. Pasalnya, dalam sistem Aparatur Sipil Negara (ASN), setiap jabatan memiliki batas waktu yang jelas, termasuk ketentuan usia pensiun yang seharusnya dipatuhi.

“Dalam setiap institusi, ada aturan tegas terkait masa jabatan dan usia pensiun. Jika memang sudah melewati batas, seharusnya ada keputusan resmi, apakah pensiun, dimutasi, atau digantikan,” ungkap salah satu sumber yang di himpun oleh tim redaksi

Ia juga menyoroti bahwa dalam praktik birokrasi, pejabat yang akan memasuki masa pensiun umumnya melalui tahapan transisi administratif, seperti penarikan ke pusat sebelum pemberhentian resmi diberlakukan.

“Biasanya ada masa transisi, misalnya ditarik ke pusat sebelum SK pensiun terbit. Namun dalam kasus ini, belum ada kejelasan apakah yang bersangkutan sudah mengantongi SK pensiun atau mutasi,”

Lanjut 
Pantauan awak media, saya sudah Komunikasi Melalui telponan WhatsApp oleh KANWIL  Bapak (Rudy Fernando Sianturi) Langsung mengatakan kepada awak media Masih ada 3 tahun baru pensiun Kepala Lembaga Permasyarakatan (kalapas) Lapas I Makassar Sulawesi Selatan,dan kemudian saya langsung datang menemui HUMAS (FARDAL) Masuk di Ruangan Lapas I Makassar Sulawesi Selatan,

Berapa menit kemudian bertanyak langsung saya hadir untuk mempertanyakan mana SK nya Perpanjangan (KALAPAS) kepala Lapas I Makassar Sulawesi Selatan Humas (FARDAL) langsung menjawab bapak kalapas masih ada Dua (2) tahun menjabat di sini tanpa tidak melihatkan SK nya kepada di depan awak media , Kata Humas,  

Ketiadaan kejelasan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam struktur organisasi, sekaligus membuka ruang spekulasi di tengah masyarakat. Terlebih, peran strategis Kalapas dalam mengelola lembaga pemasyarakatan menuntut kepastian legitimasi jabatan.

Sorotan juga diarahkan kepada Kantor Wilayah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan Bapak Rudy Fernando Sianturi yang hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait status pejabat dimaksud. Minimnya transparansi dinilai dapat mencederai prinsip akuntabilitas publik.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak Kantor Wilayah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan Bapak Rudy Fernando Sianturi  maupun Lapas Kelas I Makassar belum membuahkan hasil.

Redaksi menegaskan bahwa prinsip keberimbangan tetap dijunjung tinggi. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait terus dilakukan guna memastikan informasi yang disajikan akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Publik pun mendesak Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan Bapak Rudy Fernando Sianturi untuk segera memberikan klarifikasi resmi. Kepastian status jabatan dinilai penting, tidak hanya untuk menjaga integritas institusi, tetapi juga memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Tambah nya 
Dugaan Berdasarkan informasi yang dihimpun, pusat kendali bisnis haram ini terlacak di Blok I Lapas Makassar.

Keduanya bukanlah pemain baru. Andika diketahui merupakan kaki tangan setia dari Hendra, seorang pengendali jaringan narkoba lintas wilayah yang saat ini juga mendekam di lapas lain.

Diduga kuat, mereka memanfaatkan titik buta pengawasan atau bahkan adanya kemungkinan kolusi dengan oknum tertentu, baik dari internal maupun jaringan luar, guna memuluskan jalur komunikasi dan distribusi.

Kepala Lapas Makassar (yang meminta identitasnya dirahasiakan) mengakui adanya temuan ini melalui pemeriksaan rutin dan laporan internal.

“Kami segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan,” tegasnya singkat.

Skandal Lapas Makassar
Aktor Utama: Andika dan Ari (Narapidana Blok I),
Otak Intelektual: Hendra (Narapidana di Lapas lain).Masalah Utama Lemahnya pengawasan dan indikasi keterlibatan pihak luar/dalam,
Tindakan: Evaluasi total sistem keamanan dan penyidikan kepolisian.

Hingga berita ini di turunkan belum ada respon atau pernyataan resmi dari pihak tersebut,
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi otoritas pemasyarakatan di Sulawesi Selatan.

LAPORAN : AHMAD OMHE
EDITOR : REDAKSI 
© Copyright 2022 - 1 One News