MAKASSAR—1ONE—NEWS—CO—ID. Pemberitaan terkait kondisi Ibu Faedah, warga lanjut usia yang disebut hidup sebatang kara dan tinggal di rumah tidak layak huni di wilayah Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mendapat bantahan dari pihak Kelurahan Suangga dan Ketua RT setempat.
Lurah Suangga, Kecamatan Tallo, Hj. Andi Erni, S.E., M.A.P., menegaskan bahwa kondisi Ibu Faedah sebagaimana diberitakan sebelumnya dinilai tidak menggambarkan kondisi terkini. Menurutnya, Ibu Faedah telah mendapatkan perhatian dan sejumlah bantuan dari pemerintah.
“Untuk bantuan itu tidak bisa dobel. Kalau memang sudah difasilitasi oleh Kecamatan Bontoala dan Kelurahan Timungan Lompoa, kami selaku Pemerintah Kelurahan Suangga tidak bisa lagi memberikan bantuan yang sama,” ujar Hj. Andi Erni saat memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan, berdasarkan data dan koordinasi yang ada, Ibu Faedah telah mendapatkan sejumlah fasilitas sosial, termasuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, serta pelayanan kesehatan dan pengobatan.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kondisi Ibu Faedah juga masih berjalan. Bahkan, pihak kecamatan disebut rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehariannya, termasuk melalui kunjungan dan pemberian makanan.
“Beliau ini sudah difasilitasi secara lengkap dari Dinas Sosial. Pengobatannya juga sudah dilengkapi, PKH-nya ada. Untuk kepedulian Pemerintah Kota kepada Ibu Faedah sudah luar biasa, karena hampir tidak ada lagi bantuan yang tidak diberikan kepada beliau,” jelasnya.
Terkait kondisi kesehatan Ibu Faedah, Hj. Andi Erni menyebut pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan masih mendapatkan pemantauan kesehatan melalui layanan home care.
“Alhamdulillah, sekarang kondisi beliau sudah jauh lebih baik. Beliau sudah bisa beraktivitas sehari-hari, seperti mengangkat air meskipun tidak seberat satu ember,” katanya.
Ia pun menilai pemberitaan yang beredar perlu dilihat berdasarkan kondisi terbaru di lapangan. Menurutnya, kondisi Ibu Faedah saat ini tidak bisa hanya dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
“Kalau ada pemberitaan yang saat ini viral, mungkin yang memberitakan belum melihat langsung kondisi beliau sekarang atau membandingkan dengan kondisi sebelumnya,” ujarnya.
Hj. Andi Erni juga menjelaskan mengenai status administrasi kependudukan Ibu Faedah. Ia membenarkan bahwa yang bersangkutan saat ini berdomisili di wilayah Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo.
Namun, secara administrasi kependudukan, Ibu Faedah disebut masih tercatat sebagai warga Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala.
“Domisili beliau memang betul di Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo. Tetapi identitas beliau secara administrasi belum pindah. KTP-nya masih tercatat di Kecamatan Bontoala, Kelurahan Timungan Lompoa,” terang Lurah Suangga.
Ia menambahkan, kondisi warga yang membutuhkan perhatian sosial tidak hanya dialami Ibu Faedah. Pihak Kelurahan Suangga juga memiliki sejumlah warga dengan kondisi kesehatan kronis yang membutuhkan pendampingan.
“Secara manusiawi tentu kami prihatin karena beliau adalah salah satu lansia. Tetapi di Kelurahan Suangga juga ada warga yang kondisinya bahkan jauh lebih parah. Untuk penyakit kronis, memang semuanya membutuhkan perhatian dan bantuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 04/RW 04 Kelurahan Suangga, Rahmatia R., turut memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa Ibu Faedah memang tinggal di wilayah RT 04/RW 04, namun secara administrasi masih tercatat sebagai warga Kecamatan Bontoala.
Menurut Rahmatia, Ibu Faedah diperkirakan telah tinggal di wilayah tersebut sekitar dua tahun. Namun, selama itu, yang bersangkutan disebut tidak pernah melaporkan kepindahannya kepada Ketua RT setempat.
“Beliau memang berdomisili di sini, di RT 04/RW 04. Tetapi beliau masih warga Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala. Sudah sekitar dua tahun tinggal di sini, tetapi tidak pernah melapor kepada saya sebagai RT,” jelas Rahmatia.
Ia mengaku selama ini rumah yang ditempati Ibu Faedah juga sering dianggap sebagai rumah kosong karena jarang terlihat aktivitas dan kerap dalam keadaan tertutup.
“Rumah ini sering tertutup. Kami bahkan sering menganggapnya sebagai rumah kosong. Jadi kami tidak mengetahui secara pasti kondisi beliau sampai kemudian ada informasi seperti ini,” katanya.
Meski demikian, setelah mengetahui kondisi Ibu Faedah, Rahmatia menegaskan bahwa pemerintah dan sejumlah pihak telah memberikan perhatian serta bantuan.
Ia menyebut bantuan yang diterima antara lain KIS, PKH, BPNT, bantuan Baznas, hingga bantuan sembako.
“Kalau bantuan, beliau sudah diperhatikan pemerintah. Ada KIS, PKH, BPNT, Baznas juga sudah datang membantu, termasuk bantuan sembako,” ungkapnya.
Klarifikasi tersebut turut dihadiri sejumlah unsur terkait, yakni Ketua LPM, Ketua RW 04, Ketua RT 04, perwakilan Dinas Sosial, serta Baznas.
Kehadiran sejumlah pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya Ibu Faedah dan bantuan yang selama ini telah diterimanya.
Pihak Kelurahan Suangga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengabaikan kondisi Ibu Faedah. Namun, menurut pemerintah setempat, perlu diluruskan bahwa yang bersangkutan telah mendapatkan sejumlah bantuan dan perhatian dari pemerintah maupun lembaga sosial.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak Kelurahan Suangga berharap informasi mengenai kondisi Ibu Faedah tidak disampaikan secara sepihak dan dapat merujuk pada kondisi terbaru serta data yang ada di lapangan.
Pemerintah kelurahan juga menyatakan tetap membuka ruang koordinasi dengan pihak keluarga, RT/RW, Dinas Sosial, layanan kesehatan, maupun lembaga sosial lainnya apabila masih terdapat kebutuhan yang harus ditangani terhadap Ibu Faedah."
LAPORAN : KABIRO MAKASSAR
ESITOR : SADIKIN RAHMAT

Social Header