Makassar, Sulsel - Kepala UPT SPF SD Negeri Gaddong II, Jumriah, S.Pd., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kondisi fasilitas toilet (WC) di sekolah yang disebut memprihatinkan.
Jumriah menyampaikan bahwa pemberitaan tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi dan fakta yang sebenarnya di lingkungan sekolah. Menurutnya, pihak sekolah tetap memiliki komitmen untuk menyediakan fasilitas sanitasi yang bersih, aman, dan layak digunakan oleh seluruh peserta didik.
“Kami menghargai fungsi media sebagai kontrol sosial dan kami tidak anti kritik. Namun, informasi mengenai fasilitas sekolah seharusnya disampaikan berdasarkan data serta hasil konfirmasi yang berimbang kepada pihak sekolah,” ujar Jumriah kepada awak media, Selasa (1/9/26).
Ia menjelaskan, fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan atau membutuhkan perbaikan merupakan bagian dari proses pemeliharaan sarana dan prasarana. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai bentuk pembiaran dari pihak sekolah.
“Apabila terdapat fasilitas yang mengalami kerusakan atau membutuhkan perbaikan, hal tersebut merupakan bagian dari proses pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan bahwa sekolah membiarkan kondisi tersebut,” katanya.
Jumriah menegaskan bahwa pihak sekolah terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat. Setiap informasi yang disampaikan secara benar, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas sekolah.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Setiap laporan yang benar justru menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Ia juga berharap pemberitaan yang berkaitan dengan kondisi sekolah dilakukan melalui proses verifikasi dan konfirmasi langsung kepada pihak sekolah. Hal tersebut dinilai penting agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya berasal dari satu sudut pandang.
“Kami berharap setiap pemberitaan mengenai sekolah dilakukan melalui verifikasi dan konfirmasi langsung kepada pihak sekolah, sehingga pemberitaan tidak hanya mengambil satu sudut pandang,” tutur Jumriah.
Menurutnya, masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan judul maupun informasi yang belum diklarifikasi secara utuh.
“Sekolah adalah tempat anak-anak kita belajar. Karena itu, kami tidak ingin persoalan fasilitas kemudian berkembang menjadi persepsi yang merugikan nama baik sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah,” katanya.
Jumriah menegaskan, pihak sekolah memilih menyikapi kritik secara tenang dengan mengedepankan fakta, keterbukaan, serta langkah nyata untuk melakukan pembenahan.
“Kami tidak akan membalas kritik dengan emosi. Kami akan menjawabnya dengan fakta, keterbukaan, dan tindakan nyata,” tegasnya.
Sebagai bentuk keterbukaan, pihak UPT SPF SDN Gaddong II juga mengundang media, orang tua peserta didik, serta masyarakat untuk melihat secara langsung kondisi sekolah dan berdialog bersama pihak sekolah.
“Jika ada yang kurang, mari kita perbaiki. Jika ada yang keliru, mari kita luruskan. Jika ada masalah, mari kita selesaikan bersama,” pungkas Jumriah.
Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan menjaga lingkungan belajar yang bersih, aman, nyaman, serta terbuka terhadap evaluasi.
UPT SPF SDN Gaddong II pun mengusung komitmen: Bersih, Aman, Nyaman, Transparan, dan Terus Berbenah. (*)
(Red)

Social Header